Moto

GUNTUNG KAMPONG ADAT HIJAU SEJAHTERA

Sabtu, 07 Januari 2017

KUNJUNGAN WALIKOTA BONTANG,"NENI MOERNIAENI" KE GUNTUNG, 7 Januari 2017



Kunjungan Walikota Bontang Neni Moerniaeni ke Kelurahan Guntung pada hari Sabtu tanggal 07 Januari 2017, Pukul 13.00Wita, disambut gembira oleh Lurah Guntung beserta warganya, Kunjungan Walikota Bontang tersebut berkaitan dengan agendanya meninjau  Lokasi Pelatihan Pembuatan Sendal dan Tas Sekolah yang dibina oleh PKT, kemudian menuju lokasi penanaman Padi di Daerah Kanibungan yang berjarak 1,5 Kilometer dari rumah adat Guntung. Hasil peninjauan Walikota Bontang di lokasi penanaman Padi belau memberikan arahan agar yang berkaitan dengan Irigasi Persawahan segera berkoordinasi dengan Dinas PU untuk pembuatan Dak Irigasi sehingga proses tanam dapat berjalan dengan lancar.


Setelah itu Walikota melanjutkan kujungan beliau ke kelompok tani penanaman bibit buah di RT. 06 dibina oleh PT. KDM, sebelum ke lokasi proyek rusunawa ibu Walikota Bontang melewati tempat pembuangan akhir sampah di wilayah Kelurahan Guntung, bak TPA. Menurut beliau bak TPA tersebut sudah bersih namun beliau berharap pembuangan sampah lebih ditata agar tepat pada bak penampung Sampah yang telah di sediakan, Walikota juga menyarankan agar pengecetan Bak TPA di dominan dengan warna kuning, sehingga lebih serasi dan indah di lihat dan lebih bersih lagi.  Setelah itu kunjungan dilanjutkan menuju lokasi proyek Rusunawa Guntung kemudian menuju lokasi kantor kelurahan Guntung dan di akhiri kunjungan ke KUBE Mekar Sari di RT. 07 yang pernah menjadi Juara I tingkat Nasional KUBE (Kelompok Usaha Bersama) tahun 2016, dengan mengusung produk unggulan Kompos.






Foto-foto kunjungan Walikota Bontang ke Kelurahan Guntung.
 Jembatan

 TPA Kelurahan Guntung

 Pembangunan Rusunawa

 Kelompok KUBE Mekar Sari binaan PT.PKT

 Jembatan RT 06 Kelurahan Guntung

Pelatihan pembuatan Sandal dan Tas binaan PT.PKT

 Pebibitan buah binaan PT.KDM

Kamis, 05 Januari 2017

CARA TANAM PADI DI POT DENGAN KOMPOS DAN MOL



Menanam padi dalam pot atau ember bekas telah dicoba oleh banyak orang. Kebanyakan penasaran, bisakah? Tahun 2006 saya melakukannya dengan kompos dan MOL. Hasilnya bagus sekali. Karena banyak yang menanyakan, saya sedang mencoba lagi.




Lihat artikel dalam blog ini ”Rumah Tanpa Sampah”, 16 Mei 2007, ulasan wartawan Kompas Yenti Aprianti tentang rumah saya yang zero waste dan ketika coba-coba tanam padi dalam pot. Hasil padi dalam pot sangat menggembirakan.

Banyak yang menanyakan dan ingin melihat sendiri tanaman padi dalam pot yang saya lakukan. Tanaman lama telah dipanen, maka saya menanam lagi yang baru. Dulu saya menggunakan ”MOL dapur”, sekarang saya mencoba dengan ”MOL peuyeum”. Foto di atas adalah tanaman padi pot saya yang baru, umur 2 minggu, lihat tanggal-tanggalnya.


Padi dalam pot? Padi SRI? System of Rice Intensification model pot? Bagaimana cara yang saya lakukan? Barangkali ada pembaca yang ingin mencobanya. Konsepnya adalah: tanah ditambah kompos ditambah MOL adala
h “bioreaktor”, yaitu tanah yang mandiri memberikan “nutrisi” kepada tanaman. Sama sekali tidak menggunakan pupuk kimia dan pestisida kimia.

Begini cara
yang saya lakukan:

Pertama, pilih benih padi yang bagus, jenisnya terserah, bisa Sintanur atau apa saja. Cara memilih benih yang bagus secara praktis yaitu dengan memasukan benih kedalam gelas berisi air garam (garamnya secukupnya saja). Benih yang mengapung adalah benih yang kurang baik, sedangkan benih yang tenggelam adalah benih yang baik.


Kedua, rendam dulu benih-benih tersebut dalam air tawar barang 1 (satu) hari, untuk melunakkan kulit biji benih.


Ketiga, cari wadah, bisa besek bambu atau pipiti. Masukan tanah campur kompos (buatan sendiri) ke dalam besek tadi. Tanahnya 1 bagian, komposnya 2 bagian, aduk sampai rata, basahi dengan MOL yang telah diencerkan. MOL-nya 1 bagian, airnya 15 bagian.


Keempat, tebarkan benih-benih yang telah direndam tersebut ke permukaan tanah kompos dalam besek. Biarkan benih-benih ini tumbuh. Hari kedua dan ketiga nampak akar kecambah mulai muncul, warnanya putih. Hari keenam dan ketujuh mulai tumbuh menjadi bibit padi dengan daun 2 lembar kecil-kecil.

Kelima, siapkan ember bekas atau pot ukuran besar. Isikan penuh kedalam pot ini campuran tanah dan kompos, siram dengan MOL seperti langkah ketiga. Cukup becek-becek kering, atau macak-macak. Jangan basah dengan air menggenang.

Keenam, pada hari kedelapan, pilih salah satu bibit terbaik (satu saja!), ambil hati-hati dengan pinset supaya akar-akarnya tidak potong, lalu pindahkan ke pot yang telah kita siapkan. Cara menanam bibit dalam pot ini tidak ditanam “dalam-dalam” ke dalam tanahnya, tetapi cukup ditaruh dipermukaannya saja dengan hati-hati. Sisa bibit yang lain dalam besek bisa ditanam dalam pot-pot lain.


Ketujuh, tiap hari dirawat. Bila ada rumput liar harus dicabut. Tiap 3 hari siram dengan MOL yang telah diencerkan, jangan terlalu becek. Tanah diaduk pelan-pelan agar udara bisa masuk. Hati-hati bila mengaduk tanah, jaga jangan sampai alat aduk mengenai akar padi muda ini.


Kedelapan, dan seterusnya, lakukan perawatan dengan cara yang sama. Bila cara perawatan benar, maka bibit padi yang asalnya hanya satu, telah beranak pinak menjadi sekitar 100 (seratus) batang padi yang masing-masing penuh dengan bulir padi. Dalam waktu 3-4 bulan bulir-bulir padi bisa dipanen (tergantung dari jenis padinya).


Berapa hasilnya? Ketika saya panen padi dalam pot pada tahun 2006 yang lalu, saya coba timbang. Hasilnya dalam 1 pot mencapai 1 ons (tradisional), atau 0,1 kg, atau 100 gram padi kering panen atau gabah kering panen (GKP).

Berapa kalau diekstrapolasi sampai seluas 1 hektar? Jarak tanam padi model SRI ini umumnya 30 cm. Jadi dalam 1 meter persegi kurang lebih sebanyak 10 batang padi yang ditanam satu-satu, bukan serumpun-serumpun. Luas 1 hektar sawah sama dengan 10.000 meter persegi, jadi jumlah padinya sama dengan 100.000 batang. Total panen padi sama dengan 100 gram dikalikan 100.000 batang padi, sama dengan 10.000.000 gram atau 10.000 kg atau 10 ton gabah kering panen (GKP), atau sekitar 7,5 ton gabah kering giling (GKG), atau 5 ton beras organik yang sehat karena tanpa pupuk kimia.

Itu sekedar coba-coba, apalagi bila serius dan oleh ahlinya, dipastikan panennya akan lebih dari 10 ton GKP per hektar. Selamat mencoba dengan kompos dan MOL buatan sendiri.


(Sumber : Bandung, Jl. Alfa No. 92, Cigadung II, 08 Februari 2008
Foto: Sobirin, 2008, Padi Dalam Pot Umur 2 Minggu

Oleh: Sobirin
)

MANFAAT TANAM PADI DI POT

Menanam padi menggunakan pot atau polibag memiliki banyak keuntungan, diantaranya adalah tidak mengenal musim dan masih banyak lagi.
Cara Menanam Padi Dalam Pot
Menamap padi dalam polybag mudah dan elok

Keuntungan menanam padi dalam beras.

Sebelum melangkah lebih jauh, tentunya sudah menjadi intuisi setiap manusia untuk mencari keuntungan yang diperoleh dengan suatu hal. Begitu juga dengan postingan kali ini. Apa sih keuntungan menanam padi menggunakan polibag.
  1. Mudah dalam perawatan. Perawatan akan lebih mudah diawasi dan tidak perlu khawatir serangan hama seperti keong dan lain sebagainya karena media tanam yang digunakan berada dalam lingkungan kita yang bisa dilihat kapan saja.
  2. Bisa menjadi pelipur saat gundah. Memandang tanaman hijau dapat membuat seseorang lebih relax, apalagi jika tanaman itu tumbuh subur dan terlihat akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat. Rasanya itu sesuatu banget.
  3. Bisa ditanam tanpa mengenal musim. Selama anda bisa menyediakan air untuk menyiram tanaman maka anda tidak akan khawatir gagal panen. Karena padi itu bukan tanaman air, tetapi sama dengan jenis rumput biasa jadi perawatan denga penyiraman juga tidak akan membuat seorang repot.
  4. Hasilnya tidak kalah dengan panen di sawah. Panen padi dalam pot hasilnya tidak kalah dengan panen di sawah. Selama padi itu bisa mendapatkan sinar matahari terutama pagi hari antara jam 9.00-11.00 karena pada jam itulah terjadi penyerbukan pada tanaman padi.
(Sumber : http://petaniberas.blogspot.com)
 

Rabu, 04 Januari 2017

GUNTUNG MULAI TANAM PADI UNTUK MENDUKUNG SWASEMBADA PANGAN



 Para petani di Kelurahan Guntung, Kecamatan Bontang Utara, mulai melakukan penanaman padi seiring datangnya musim tanam berdasarkan perhitungan cocok tanam secara  tradisional oleh suku Kutai di Kelurahan Guntung.


"Seiring datangnya musim penghujan, saya melihat para petani di Kelurahan Guntung  mulai menanam padi di sawah mereka," kata Lurah Guntung saat ini Ibu Hj. Ida Idris Marsono, SE didampingi staff kelurahan Bpk. Abd. Malik, Bpk. Darmawi dan beberapa staf lainnya saat meninjau kawasan pertanian di lokasi tanam Gunung Tungkat Kelurahan Guntung.

Menurut Lurah Hj. Ida Idris Marsono, SE, Penanaman padi di Kelurahan Guntung bertujuan untuk swasembada pangan dan membangkitkan kembali budaya setempat untuk membangun kearifan lokal. Sehingga dengan keberhasilan program swasembada pangan dengan melaksanakan Tanam Padi di Kelurahan Guntung  maka diharapkan akan diiringi pula peningkatan kesejahteraan warga, terbukanya peluang usaha yang menyerap tenaga kerja, sebagai spot area tujuan wisata alam dan pendidikan dengan mengusung ,”Indah nya tanaman padi”.

Ditambahkan pula oleh Ibu Lurah Guntung bahwa program tanam ini merupakan program yang ikut mendukung dan melengkapi program yang dicanangkan Pemerintah Kota Bontang mengenai kemaritiman, agar kesejahteraan terpenuhi dengan tercukupinya kebutuhan pokok dan lauk pauk di Kota Bontang.


SERAH TERIMA JABATAN KELURAHAN GUNTUNG



Pada hari Rabu, 4 Januari 2017 jam 10:00Wita  bertempat dikantor kelurahan Guntung telah di laksanakan serah terima jabatan (setijab) dari Lurah lama H.Baslan,SE kepada Lurah Baru Hj.Ida Idris Marsono,SE yg dihadiri kasi yg baru di mutasi ke kelurahan Guntung maupun kasi lama yg akan pindah tugas, staf kelurahan, Camat Bontang utara beserta stafnya, dengan acara sebagai berikut :
1. Penandatanganan berita acara SETIJAB
2. Dilanjutkan dengan serah terima asset Kelurahan Guntung
3. Kemudian sambutan dari lurah lama (H.Baslan, SE), yg menyampaikan terimakasih dan permohonan maaf bila selama bertugas di Kel.Guntung terdapat kesalahan kehilapan dan ucapan selamat kepada lurah yang baru, sekaligus beliau bertitip pesan untuk agar penghijauan dapat terus dilanjutkan.
4. Sambutan lurah baru (Hj. Ida Idris Marsono, SE),  ucapan terimakasih kepada H.Baslan, SE yang telah mengabdi kepada Masyarakat dalam kepemimpinan nya telah membawa perubahan kemajuan Guntung terbukti berbagai penghargaan yang telah diraih mulai tingkat. Kota, Provinsi maupun Nasional, serta mengajak pegawai untuk selalu bekerjasama bahu membahu dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
5. Sambutan Camat Bontang Utara, ucapan selamat menjabat kepada lurah yang baru dan selamat bekerja di tempat yang baru kepada H.Baslan serta ucapan terimakasih kepda H.baslan, SE yg telah memajukan Guntung terbukti dengan diraihnya penghargaan kampung iklim(PROKLIM) dari Kementerian Lingkungan Hidup RI, Juara I Nasional KUBE, Terbaik Nasional yg diserahkan langsung oleh Presiden RI, dan juara 2 TOGA.
6. Kepada lurah baru camat berpesan menjadi lurah tidak gampang harus memiliki semangat dan punya nyali yang kuat, agar dapat menjabarkan Visi & Misi Kota Bontang ke dalam program kelurahan Guntung.


(Sumber: Darmawi, Staf Kel.Gtg)